“TEKNOLOGI DAN PEMBERANTASAN KEMISKINAN” UNIVERSITAS GUNADARMA

MAKALAH

ILMU SOSIAL DASAR

“TEKNOLOGI DAN PEMBERANTASAN KEMISKINAN”








  

Disusun Oleh :

Angga Wahidin Nasution  (50416851)
Kelas 1IA08

Fakultas Teknologi Industri
Mata Kuliah : Ilmu Sosial Dasar
Dosen : Ibu Sri Hermawati SE, MM








Kata Pengantar

          Pertama-tama marilah kitapanjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya dalam bentuk inspirasi kepada saya sehingga saya bisa menyusun Makalah ini sesuai waktu yg telah ditentukan dengan judul “TEKNOLOGI DAN PEMBERANTASAN KEMISKINAN ".

        Di dalam makalah ini di tujukan untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Ilmu Sosial Dasar pada semester pertama tahun 2016/2017. Dalam makalah ini diuraikan permasalahan kemiskinan di Indonesia, manfaat teknologi informasi dan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari, dan menjelaskan peran IPTEK dalam menumbuhkan kesadaran mengentaskan kemiskinan

      Saya berharap makalah/jurnal ini dapat membantu selain sebagai tugas. Apabila ada yang salah-salah kata dalam pembuatannya saya mohon maaf

            Akhir kata, saya ucapkan terima kasih.

Depok, 30 Desember 2016

Penyusun








BAB I
PENDAHULUAN


      1.1.    LATAR BELAKANG

Negara Indonesia mempunyai jumlah penduduk 250 juta jiwa. Dari jumlah ini penduduk miskin di Indonesia masih terus mengalami pertumbuhan. Kemiskinan juga terkait dengan angka pengangguran  tinggi. Angka pengangguran yang tinggi juga berpengaruh pada jumlah penduduk miskin.  Pada tahun 2006 angka pengangguran mencapai kisaran 10,8 % - 11 % dari tenaga kerja yang masuk kategori sebagai pengangguran terbuka dan jumlah penduduk miskin mencapai 39,5 juta orang atau 17,75 % dari total penduduk 222 juta orang. ( Dikti, 2009)
Secara common sense, teknologi dianggap dapat memudahkan dan memecahkan permasalahan manusia. Oleh karena itu, implementasi Teknologi Tepat Guna (TTG) dianggap sebagai terobosan dalam upaya penanggulangan dan pengentasan kemiskinan, khususnya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat (community empowerment) melalui aktivitas-aktivitas ekonomi yang berujung pada modernisasi produksi dan peningkatan pendapatan individu maupun masyarakat di pedesaan. Cara pandang seperti inilah yang paling banyak dianut saat ini, dimana kemiskinan dilihat sebagai kondisi minimnya pendapatan suatu golongan masyarakat (monetary approach/MA) sehingga diperlukan peranan Teknologi untuk membantu menanggulangi masalah kemiskinan
.

1.2. RUMUSAN MASALAH
      1.     Apa definisi dari kemiskinan ?
      2.     Menumbuhkan rasa pentingnya pendidikan khusus nya dalam bidang teknologi ?
      3.     Mensosialisasikan kegunaan teknologi dan internet agar lebih tepat guna
      4.     Apa hubungan teknologi dalam pemberantasan kemiskinan?

1.3 TUJUAN

            1.      Mengetahui definisi dari kemiskinan
      2.      Mengetahui Pentingknya pendidikan khususnya dalam teknologi
3.      Agar dalam penggunaanya lebih bermanfaat
4.      Mengetahui peranan teknologi dalam pemberantasan kemiskinan








BAB II
PEMBAHASAN


     2.1. definisi dari kemiskinan

Kemiskinan adalah keadaan di mana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan, dll.

Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi. Gambaran kemiskinan jenis ini lebih mudah diatasi daripada dua gambaran yang lainnya.
Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia. Gambaran tentang ini dapat diatasi dengan mencari objek penghasilan di luar profesi secara halal. Perkecualian apabila institusi tempatnya bekerja melarang.
7 Pengertian Kemiskinan Menurut Para Ahli
  1. BAPPENAS (1993), mendefinisikan kemiskinan sebagai situasi kekurangan yang terjadi bukan karena kehendak oleh orang miskin, tetapi karena keadaan yang tidak bisa dihindari oleh kekuatan yang ada padanya.
  2. Levitan (1980), Kemiskinan adalah kekurangan barang dan jasa yang diperlukan untuk mencapai standar hidup yang layak.
  3. Faturchman dan Marcelinus Molo (1994), mendefinisikan bahwa kemiskinan adalah ketidakmampuan individu atau rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.
  4. Menurut Ellis (1994), kemiskinan adalah fenomena multidimensi yang dapat dianalisis dari ekonomi, sosial dan politik.
  5. Menurut Suparlan (1993), kemiskinan didefinisikan sebagai tingkat rendah standar hidup, yaitu tingkat kekurangan materi dalam jumlah atau sekelompok orang dibandingkan dengan standar hidup yang berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan.
  6. Reitsma dan Kleinpenning (1994), kemiskinan mendefisnisikan sebagai ketidakmampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan mereka, baik material dan non-material.
  7. Friedman (1979), ketimpangan kemiskinan kesempatan untuk merumuskan kekuatan dasar dari sosial, yang meliptui: asset (tanah, perumahan, peralatan, kesehatan), sumber keuangan (pendapatan dan kredit yang memadai), organisiasi dapat dimanfaatkan untuk mencapai kepentingan bersama, jaringan sosial sosial politik untuk mendapatkan pekerjaan yang dilakukan, barang atau jasa, pengetahuan dan keterampilan yang memadai dan informasi yang berguna.

     2.2 Pentingknya pendidikan khususnya dalam teknologi



Teknologi sebenarnya sejak dulu teknologi sudah ada. Seseorang menggunakan teknologi karena manusia berakal. Perkembangan teknologi terjadi karena seseorang menggunakan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya. Pada dasarnya teknologi dibangun untuk memudahkan manusia
Teknologi adalah konsep yang sangat luas yang digunakan untuk merujuk pada beberapa cabang ilmu, ada teknologi informasi, teknologi medis, teknologi transportasi dll.  Mungkin kita tidak sadar bahwa Teknologi telah mendarah daging dalam kehidupan sehari-hari kita, apapun kegiatan yang kita lakukan tidak bisa lepas dari peran teknologi. Sadarkah kita betapa pentingnya teknologi dalam kehidupan kita sehari-hari?
Teknologi merupakan kebutuhan mutlak bagi sebagian besar manusia, kita tidak bisa lepas dari peran teknologi, mungkin teknologi sekarang sudah jadi kebutuhan pokok bagi setiap orang karna teknologi menjawab semua masalah yang yang di alami manusia, dengan kata lain teknologi bertujuan untuk mempermudah semua pekerjaan manusia karna teknologi di ciptakan dengan tujuan untuk kemudahan dalam kehidupan sehari-hari manusia.
Kita umpamakan saja Teknologi smartphone, hampir kebanyakan orang sekarang menghabiskan waktu dengan bermain smartphone tanpa sadar berapa jam waktu sudah berlalu, dengan berjuta-juta fitur yang dimilikinya smartphone benar-benar telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Bahkan lembaga riset menyebutkan bahwa Indonesia berada pada peringkat ke lima dalam daftar pengguna smartphone terbesar didunia
      Sudah seharusnya kita menyadari bahwa teknologi sangat penting bagi kita agar dapat bermanfaat bagi produktifitas kita
2.3  Mensosialisasikan kegunaan teknologi dan internet agar lebih tepat guna
Internet dikatakan dapat meningkatkan produktivitas kerja seseorang, namun membuat jam kerja menjadi lebih panjang. Demikian isi kesimpulan yang dilakukan oleh Pew Research Center terkait penggunaan internet di dunia kerja.

Menurut studi yang dipublikasikan beberapa waktu lalu, 92 persen orang yang disurvei mengatakan internet tidak mengganggu produktivitas mereka. Dari jumlah tersebut, 46 persen mengatakan internet membuat mereka lebih produktif, sementara sisanya mengatakan telah terbiasa dengan kehadiran internet.

Harga dari sebuah produktivitas sendiri mesti dibayar dengan peningkatan jam kerja mereka. Peneliti mengatakan, 35 persen pekerja online telah mengalami jumlah peningkatan jam kerja.
Hal itu mungkin terjadi disebabkan e-mail. Para pekerja tersebut sibuk mengirimkan pesan kepada klien. Survei menunjukan 61 persen dari mereka mengatakan e-mail sangat penting dalam pekerjaan. Tapi anehnya, hanya 54 persen mengatakan bahwa internet sangat penting.

Ketika disinggung mengenai media sosial, sebagian besar orang tidak berpikir itu membantu pekerjaan yang mereka lakukan. Hanya sekira 4 persen dari mereka mengatakan jejaring sosial sangat penting untuk pekerjaan.

Hal itu diperkirakan berhubungan dengan pemblokiran beberapa situs jejaring sosial di sebuah perusahaan oleh atasan mereka. Sebanyak 46 persen mengatakan bos mereka melalukan pemblokiran pada akses terhadap beberapa situs. 


                Sayangnya saat ini penggunaan internet saat ini di kalangan anak muda kurang tepat kegunaanya karena banyak anak muda yang menggunakan internet hanya untuk chating bersama teman temannya, hal ini sangat kurang baik karena sebagai pemuda dan pemudi bangsa sharusnya mereka memanfaatkan internet dengan baik karena usia mereka adala usia produktif
2.4 Hubungan Pendidikan, teknologi dalam pemberantasan         kemiskinan
            Seharusnya jika ingin menggunakan internet harus yg meningkatkan produktivitas misalnya menggunakan internet utuk mencari apa yang tidak kita ketahui, hal ini dapat meningkatkan produktivitas kita dalam menambah wawasan dan dengan cara yang menyengkan dan jika chating bersama teman hendaknya agar membicarakan yang penting-penting saja Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan dua hal yang tak terpisahkan dalam peranannya untuk memenuhi kebutuhan insani. Ilmu pengetahuan digunakan untuk mengetahui “apa” sedangkan teknologi mengetahui “bagaimana”. Ilmu pengetahuan sebagai suatu badan pengetahuan sedangkan teknologi sebagai seni yang berhubungan dengan proses produksi, berkaitan dalam suatu sistem yang saling berinteraksi. Teknologi merupakan penerapan ilmu pengetahuan, sementara teknologi mengandung ilmu pengetahuan di  dalamnya.


Ilmu pengetahuan dan teknologi dalam penerapannya, keduanya menghasilkan suatu kehidupan di dunia (satu dunia), yang diantaranya membawa malapetaka yang belum pernah dibayangkan. Oleh karena itu, ketika manusia sudah mampu membedakan ilmu pengetahuan (kebenaran) dengan etika (kebaikan), maka kita tidak dapat netral dan bersikap netral terhadap penyelidikan ilmiah. Sehingga dalam penerapan atau mengambil keputusan terhadap sikap ilmiah dan teknologi, terlebih dahulu mendapat pertimbangan moral dan ajaran agama.

Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan bagian-bagian yang dapat dibeda-bedakan, tetapi tidak dapat dipisah-pisahkan dari suatu sistem yang berinteraksi dengan sistem-sistem lain dalam kerangka nasional seperti kemiskinan.
Dalam hal kemiskinan struktural, ternyata adalah buatan manusia terhadap manusia lainnya yang timbul dari akibat dan dari struktur politik, ekonomi, teknologi dan sosial buatan manusia pula. Perubahan teknologi yang cepat mengakibatkan kemiskinan, karena mengakibatkan terjadinya perubahan sosial yang fundamental. Sebab kemiskinan diantaranya disebabkan oleh struktur ekonomi, dalam hal ini pola relasi antara manusia dengan sumber kemakmuran, hasil produksi dan mekanisme pasar. Semuanya merupakan sub sistem atau sub struktur dari sistem kemasyarakatan. Termasuk di dalamnya ilmu pengetahuan dan teknologi.
Rata-rata orang yang hidup di bawah garis kemiskinan belum dapat membaca maupun menulis. sedangkan salah satu cara memberantas kemiskinan adalah dengan ilmu pengetahuan. Dengan dapat membaca dan menulis, seorang pemulung sampah bisa berkesempatan mendapatkan pekerjaan yang lebih layak dan menghasilkan banyak uang. Dengan ilmu pengetahuan, dapat merubah seorang pengamen untuk berpikir kreatif dan memulai membuka suatu usaha dengan memanfaatkan teknologi yang ada.



BAB III
PENUTUP


      A.    KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil dari makalah ini adalah kita dapat mengetahui pengertian dan kemiskinan, lalu faktor yang menyebabkan kemiskinan, pentingnya teknologi dalam menambah produktivitas, lalu yang terakhir adalah mengenai fungsi teknologi dalam memberantas kemiskinan. Teknologi pada dasarnya merupakan alat atau sarana dalam memudahkan pekerjaan manusia. Teknologi sendiri memiliki fungsi sendiri sesuai dengan alatnya masing-masing, seperti dalam dunia pendidikan, perekonomian, kesehatan, serta dalam memberantas kemiskinan. Kemiskinan sendiri juga memiliki makna yaitu sebagai keadaan dimana manusia tersebut berada dalam keadaan yang serba kurang terutama dalam kebutuhan primer. Teknologi sendiri mempunyai peran dalam memberantas kemiskinan. Sehingga sebagai sarana atau alat, teknologi juga dapat membantu dalam memberantas kemiskinan, tidak hanya untuk sebagai sarana konsumtif saja.


     B.   SARAN

Dalam era yang modern ini semua serba cepat sebaiknya kita menyikapinya dengan benar, harus bisa menempatkan kegunaan teknologi dengan tepat, harus bisa memanfaatkan teknologi dengan benar agar dapat memudahkan pekerjaan kita. Ter khusus dalam menggunakan internet ada baiknya agar kita tidak meggunakan untuk hal yan tidak penting lebih baik menggunakan untuk browsing tentang cara membuat kue, cara membenarkan printer, rumus-rumus matematika dan browsing yang bermanfaat lainnya
DAFTAR PUSTAKA


Kategori

Kategori