Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan

Ilmu Sosial Dasar
Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan
1IA08



























Disusun Oleh :

Angga Wahidin Nasution                                           50416851        




KATA PENGANTAR

        Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan makalah Softskill ini dengan baik meskipun ada kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima kasih pada Ibu Sri Hermawati selaku Dosen mata kuliah Ilmu Sosial Dasar GUNADARMA yang telah memberikan tugas ini kepada saya.
       Saya sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan.Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
       Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah Saya susun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya Saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun dari Anda demi perbaikan makalah ini di waktu yang akan datang.





























Daftar Isi

Kata Pengantar.............................................................................................................. I
Daftar Isi........................................................................................................................ II
BAB I. Pendahuluan...................................................................................................... 1
A.     Latar Belakang.................................................................................................. 1
B.     Rumusan Masalah............................................................................................. 1
BAB II. Pembahasan..................................................................................................... 2
BAB III. Penutup........................................................................................................... 6
A.     Kesimpulan........................................................................................................ 6
B.     Kritik dan Saran................................................................................................ 6
Daftar Pustaka............................................................................................................... 7



































BAB I 
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
            
            Masyarakat dapat mempunyai arti yang luas dan sempit. Dalam arti luas masyarakat adalah ekseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya. Atau dengan kata lain kebulatan dari semua perhubungan dalam hidup bermasyarakat. Dalam arti sempit masyarakat adalah sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek tertentu, misalnya territorial, bangsa, golongan dan sebagainya.
MASYARAKAT PEDESAAN
Masyarakat pedesaan selalu memiliki ciri-ciri atau dalam hidup bermasyarakat, yang biasanya tampak dalam perilaku keseharian mereka. Pada situasi dan kondisi tertentu, sebagian karakteristik dapat digeneralisasikan pada kehidupan masyarakat desa di Jawa. Namun demikian, dengan adanya perubahan sosial religius dan perkembangan era informasi dan teknologi, terkadang sebagian karakteristik tersebut sudah “tidak berlaku

Adapun yang menjadi ciri masyarakat desa antara lain :
Didalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di luar batas wilayahnya. Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan
Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian
Masyarakat tersebut homogen, deperti dalam hal mata pencaharian, agama, adapt istiadat, dan sebagainya

MASYARAKAT PERKOTAAN
Masyarakat perkotaan sering disebut urban community . Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta cirri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Ada beberap ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu :
kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa
orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu. Di kota – kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan , sebab perbedaan kepentingan paham politik , perbedaan agama dan sebagainya .

PERBEDAAN MASYARAKAT PEDESAAN DAN PERKOTAAN
Lingkungan Umum dan Orientasi Terhadap Alam, Masyarakat perdesaan berhubungan kuat dengan alam, karena lokasi geografisnyadi daerah desa. Penduduk yang tinggal di desa akan banyak ditentukan oleh kepercayaan dan hukum alam. Berbeda dengan penduduk yang tinggal di kota yang kehidupannya “bebas” dari realitas alam.
Pekerjaan atau Mata Pencaharian, Pada umumnya mata pencaharian di dearah perdesaan adalah bertani tapi tak sedikit juga yg bermata pencaharian berdagang, sebab beberapa daerah pertanian tidak lepas dari kegiatan usaha.
Ukuran Komunitas, Komunitas perdesaan biasanya lebih kecil dari komunitas perkotaan.
Kepadatan Penduduk, Penduduk desa kepadatannya lbih rendah bila dibandingkan dgn kepadatan penduduk kota,kepadatan penduduk suatu komunitas kenaikannya berhubungan dgn klasifikasi dari kota itu sendiri.
Homogenitas dan Heterogenitas, Homogenitas atau persamaan ciri-ciri sosial dan psikologis, bahasa, kepercayaan, adat-istiadat, dan perilaku nampak pada masyarakat perdesa bila dibandingkan dengan masyarakat perkotaan. Di kota sebaliknya penduduknya heterogen, terdiri dari orang-orang dgn macam-macam perilaku, dan juga bahasa, penduduk di kota lebih heterogen.
Diferensiasi Sosial, Keadaan heterogen dari penduduk kota berindikasi pentingnya derajat yg tinggi di dlm diferensiasi Sosial.
Pelapisan Sosial, Kelas sosial di dalam masyarakat sering nampak dalam bentuk “piramida terbalik” yaitu kelas-kelas yg tinggi berada pada posisi atas piramida, kelas menengah ada diantara kedua tingkat kelas ekstrem dari masyarakat.
Ada beberapa perbedaan pelapisan sosial yang tak resmi antara masyarakat desa dan kota:
pada masyarakat kota aspek kehidupannya lebih banyak system pelapisannya dibandingkan dengan di desa.
Mobilitas Sosial.
Mobilitas berkaitan dgn perpindahan yg disebabkan oleh pendidikan kota yg heterogen, terkonsentrasi nya kelembagaan-kelembagaan. banyak penduduk yg pindah kamar atau rumah
waktu yg tersedia bagi penduduk kota untuk bepergian per satuan bepergian setiap hari di dalam atau di luar waktu luang di kota lbih sedikit dibandingkan di daerah perdesaan Interaksi Sosial. masyarakat pedesaan lebih sedikit jumlahnya
dalam kontak sosial berbeda secara kuantitatif maupun secara kualitatif
            Dalam kehidupan sehari-hari tentunya memilki keseragaman dan perbedaan. Sama seperti halnya masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan yang memiliki perbedaan. Dalam pembahasan kali ini akan dibahas mengenai perbedaan masyarakat pedesaan dan perkotaan.
            Masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan juga memiliki hubungan antara yang satu dengan lainnya. Karena hubungan itu, kehidupan bermasyarakat jadi lebih rumpun dan harmonis, namun tidak selamanya rumpun dan harmonis dikarenakan hal-hal yang tidak diinginkan.
            Banyak manfaat yang ditimbulkan dari hubungan antara masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan. Tanpa hubungan tersebut, kehidupan bermasyarakat kita tidak dapat berjalan dengan mudah dan harmonis. Manfaat tersebut dapat kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari.
            Dalam kehidupan sehari-hari, ketika kita melakukan sesuatu pasti memiliki dampak, baik dalam aspek positif maupun aspek negatif.  Begitu pula dengan dampak yang diterima dari hubungan antara masyarakat pedesaan dan perkotaan. Hubungan tersebut memberikan berbagai dampak terhadap hubungan masyarakat, lingkungan, budaya, dan lain-lain. Dapat berupa hal yang membantu dalam kehidupan sehari-hari, ada pula yang dapat memberikan efek yang merugikan.

B.     Rumusan Masalah
            
            Kehidupan bermasyarakat kita dalam tipe lingkungan tempat tinggal dapat dibedakan jadi dua bagian, yaitu masyarakat pedesaan dan perkotaan. Apa pengertian masyarakat pedesaan dan perkotaan? Apa ciri-ciri masyarakat pedesaan dan perkotaan? Apa perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan? Apa hubungan dari masyarakat pedesaan dan perkotaan? Apa dampak dari hubungan antara masyarakat pedesaan dan perkotaan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan dibahas dalam makalah ini.
BAB 2
PEMBAHASAN

            Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial yang memiliki naluri untuk hidup dengan orang lain, karena sejak dilahirkan sudah memiliki keinginan yang ingin dicapai. Dari naluri tersebut terdapat keinginan untuk membentuk sebuah sekumpulan yang terdiri dari manusia-manusia yang memiliki visi dan misi yang sama. Jadi jika tidak memiliki visi dan misi yang sama kemungkinan besar akan memisah dan menjadi apatis atau bahkan membentuk kelompok sendiri. Dalam hal ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan.
            Sedangkan masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem menurut visi dan misi yang telah disepakati, dimana terjadi interaksi antar individu di dalam kelompok tersebut. Kata “masyarakat” sendiri berasal dari kata dalam bahasa Arab, musyarakah, yang berarti berserikat, bersekutu, dan bekerja sama dalam hal yang baik, bukan dalam hal yang dapat merugikan. 
            Sedangkan dari bahasa Inggris, masyarakat adalah society yang merupakan bahasa latin dari kata societas, yang memiliki arti hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman. Jadi dapat disimpulkan bahwa, kata society adalah sekumpulan manusia yang setiap anggotanya adalah “teman” mempunyai visi dan misi yang sama untuk mencapai tujuan bersama. Masyarakat adalah sebuah sekumpulan manusia yang saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lainnya.
            Menurut Soerjono Soekanto, masyarakat pada umumnya mempunyai ciri-ciri dengan kriteria seperti di bawah ini:
1)      Manusia yang hidup bersama, sekurang-kurangnya terdiri atas dua orang.
2)      Bercampur atau bergaul dalam jangka waktu yang cukup lama. Berkumpulnya manusia akan menimbulkan manusia baru. Sebagai akibat dari hidup bersama, timbul sistem komunikasi dan peraturan yang mengatur hubungan antarmanusia.
3)      Sadar bahwa mereka merupakan satu kesatuan.
4)      Merupakan suatu sistem hidup bersama. Sistem kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan karena mereka merasa dirinya terkait satu sama lain.[1]
            
            Masyarakat dalam pembahasan kali ini dibagi menjadi menjadi dua, yaitu masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan. Banyak pandangan dan pendapat mengenai pengertian masyarakat pedesaan. Namun pada umumnya masyarakat pedesaan adalah sekumpulan manusia yang tinggal dalam lingkungan yang disebut sebagai pedesaan, dan biasanya tempat tinggal 



[1] Soekanto, Soerjono. 1969. Sosiologi : suatu pengantar / oleh Soerjono Soekanto. Jakarta: Yayasan Penerbit Universitas Indonesia.     

mereka jauh dari perkotaan, sehingga membuat mereka tidak mengetahui tentang kehidupan di daerah perkotaan.
            Masyarakat pedesaan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1)      Tinggal di tempat yang jauh dari perkotaan, sehingga lingkungannya terpantau asri.
2)      Sifat kekeluargaan yang kental.
3)      Sifat solidaritas dan tolong-menolong yang tinggi.
4)      Hubungan antar warga sering dilakukan secara non-formal.
5)      Sangat mematuhi budaya dan kebiasaan yang dianut di lingkungan tersebut.
6)      Pengontrolan masih terbilang kuno, sering terdapat pembagian pekerjaan yang masih kurang jelas. Hal ini terjadi karena kurangnya wawasan.
7)      Pekerjaannya adalah sebagai petani, nelayan, dan lain-lain

            Selanjutnya akan dibahas mengenai masyarakat perkotaan. Masyarakat perkotaan merupakan hal yang sangat bertolak belakang dengan masyarakat pedesaan. Masyarakat perkotaan juga memiliki arti sendiri, yakni masyarakat yang tinggal dalam daerah perkotaan, memiliki kebiasaan kehidupan kota yang bertolak belakang dari kehidupan pedesaan, biasanya wilayah perkotaan jauh dari pedesaan. Masyarakat perkotaan juga memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1)      Tinggal di wilayah yang tergolong padat baik dalam pemukiman maupun lalu lintas, terdapat banyak gedung-gedung tinggi.
2)      Sifat individualisme yang tinggi.
3)      Tenggang rasa yang kurang.
4)      Sudah menjadi kebiasaan untuk melakukan hubungan (kerjasama) secara formal.
5)      Menjunjung tinggi peraturan dari pemerintah setimpat.
6)      Hubungan antar warga yang terjalin secara runtun, sehingga pembagian tugas dapat diketahui dengan jelas.
7)      Pekerjaannya adalah beraneka ragam, ada yang memiliki pendapatan paling rendah hingga paling tinggi.

            Pembahasan berikutnya adalah mengenai perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan. Pada dasarnya segala hal di dalam kehidupan kita pasti memiliki perbedaan dan persamaan. Sama halnya dengan perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan. Perbedaan antara masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan adalah sebagai berikut:

1)      Dalam segi sosial, pada umumnya masyarakat pedesaan akan lebih aktif dalam hubungan bermasyarakat dibandingkan masyarakat perkotaan.
2)      Dalam segi pekerjaan, pada masyarakat pedesaan cenderung lebih stagnan, dibandingkan masyarakat perkotaan. Pada masyarakat pedesaan akan sering ditemui pekerjaan seperti petani, peternak, nelayan, dan lain-lain. Namun pada masyarakat perkotaan akan ditemukan beragam mata pencaharian dari gaji yang paling rendah sampai gaji yang paling tinggi.
3)      Segi kepadatan penduduk, pada masyarakat perkotaan akan cenderung lebih padat dibandingkan masyarakat perkotaan. Hal ini akan berhubungan dengan hubungan antara masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan.
4)      Dari segi budaya, masyarakat pedesaan akan cenderung mempertahankan budaya dan adatnya, dibandingkan dengan masyarakat perkotaan yang lebih heterogen, sehingga budaya, agama, dan sosial akan cenderung terlihat berbeda-beda pada setiap manusianya.

            Dalam kehidupan bermasyarakat pasti memiliki hubungan atau kerja sama yang terjalin, sehingga tercapainya tujuan dari masing-masing pihak. Hubungan yang terjalin antara masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan adalah sebagai berikut:
1)      Urbanisasi dan Urbanisme: Dengan adanya hubungan Masyarakat Desa dan Kota  yang saling ketergantungan dan saling membutuhkan tersebut maka timbulah masalah baru yakni ; Urbanisasi yaitu suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan.[2]
2)      Penyediaan jasa.
3)      Penyediaan barang.
4)      Hubungan politik.

            Pembahasan selanjutnya adalah mengenai aspek positif dan negatif dari hubungan yang telah dihasilkan antara masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan. Dapat kita ketahui bahwa dalam kehidupan sehari-hari, hubungan dapat memberikan dampak positif dan dampak negatif, sama halnya dengan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan. Dampak positif dan negatifnya adalah sebagai berikut:
1)      Dalam hal Urbanisasi, dengan masuknya masyarakat pedesaan ke wilayah masyarakat perkotaan pasti dapat memberikan dampak positif maupun negatif. Dampak positifnya adalah dapat membantu mengenai hal-hal yang dibutuhkan oleh wilayah tersebut dengan masuknya masyarakat pedesaan. Kalau dampak negatifnya adalah membuat lingkungan perkotaan jadi padat dan penuhnya lapangan pekerjaan
2)      Pada masyarakat pedesaan terdapat banyak tenaga-tenaga yang dapat melakukan pekerjaan kasar untuk wilayah masyarakat perkotaan.

[2] Soekanto, Soerjono. 1969. Sosiologi : suatu pengantar / oleh Soerjono Soekanto. Jakarta: Yayasan Penerbit Universitas Indonesia.   


3)      Masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan saling membutuhkan satu sama lain dengan hal yang berupa barang. Seperti beras dari daerah pedesaan dan handphone dari daerah perkotaan.
4)      Dalam hal politik, masyarakat perkotaan sangat membutuhkan bantuan dari masyarakat. Dalam hal ini adalah politikus dari masyarakat perkotaan yang membutuhkan bantuan suara dalam menjalankan misi politiknya. Dampak negatifnya adalah untuk menjalankan misi politiknya, tidak sedikit politikus yang menggunakan cara yang tidak baik untuk mengajak para warga untuk melancarkan misi politiknya, sehingga tidak sedikit masyarakat pedesaan yang kurang pengetahuan namun terpaksa untuk memilih sang politikus.



BAB 3
PENUTUP

A.    Kesimpulan

            Kesimpulan yang dapat diambil dari makalah ini adalah kita dapat mengetahui pengertian, ciri-ciri, perbedaan, hubungan, serta dampak dari hubungan antara masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan. Dapat diketahui bahwa masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang tinggal jauh dari wilayah perkotaan, sehingga kebiasaan mereka akan berbeda daripada masyarakat perkotaan. Lalu ciri-ciri dari masyarakat perkotaan yang tergolong individual dibandingkan masyarakat pedesaan. Perbedaan antara masyarakat pedesaan dan perkotaan yang menonjol adalah masyarakat pedesaan yang tergolong lebih aktif dibandingkan masyarakat perkotaan, dikarena sifat individualis yang dimiliki oleh masyarakat perkotaan. Hubungan yang terjalin antara masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan dapat simpulkan adalah terciptanya Urbanisasi, yaitu perpindahan dari desa ke kota. Dampak positif dan negatif dari urbanisasi adalah terbantunya masyarakat perkotaan dengan datangnya barang dan jasa dari masyarakat pedesaan, sedangkan efek negatifnya adalah semakin menyempitnya lapangan pekerjaan serta semakin padatnya pemukiman dan lalu lintas. Kesimpulan yang dapat diambil adalah semua hal dalam kehidupan sehari-hari dapat berdampak positif dan negatif, sehingga sebagai manusia hanya dapat menjalankan yang terbaik yang kita bisa. Dalam hal ini saya berpendapat bahwa saya setuju dengan hubungan antara masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan seperti Urbanisasi. Namun dengan regulasi yang kita miliki sekarang, sepertinya hubungan seperti Urbanisasi tidak dapat dilaksanakan dengan baik dan dapat menghasilkan dampak negatif yang seharusnya bisa diminimalisir.

B.     Kritik dan Saran

            Untuk terpenuhinya hubungan antara masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan diperlukan regulasi yang jelas sehingga hubungan tersebut dapat terlaksana dengan baik, dan dapat pula meminimalisir dampak-dampak negatif yang dihasilkan. Hubungan antara masyarakat pedesaan dan perkotaan sebenarnya sangat dibutuhkan dan tidak dapat dipisahkan antara yang satu dengan yang lainnya. Apabila regulasi tetap seperti ini, lingkungan perkotaan akan semakin padat dan lapangan pekerjaan akan semakin sempit pula. Dampak ini juga dirasakan oleh masyarakat pedesaan yang melakukan Urbanisasi. Akan banyak dari mereka yang merasakan dampak negatif dikarenakan hubungan tersebut, seperti tidak adanya tempat tinggal sehingga mereka tinggal di bawah kolong jembatan, lalu karena lapangan pekerjaan yang sempit, tidak sedikit yang mempunyai pekerjaan yang seharusnya tidak dimiliki.



Daftar Pustaka

Ardian, Rudy. “Masyarakat Pedesaan & Masyarakat Perkotaan”. 7 November 2016. https://ruardy.wordpress.com/masyarakat-pedesaan-masyarakat-perkotaan/.

Rahmedina, Citra. “Perbedaan Masyarakat Perkotaan dan Pedesaan”. 7 November 2016. http://citrarhmdn.blogspot.co.id/2015/01/perbedaan-masyarakat-perkotaan-dan.html.


http://deandrif.blogspot.co.id/

Kategori

Kategori