“TEKNOLOGI DAN PEMBERANTASAN KEMISKINAN” UNIVERSITAS GUNADARMA

MAKALAH

ILMU SOSIAL DASAR

“TEKNOLOGI DAN PEMBERANTASAN KEMISKINAN”








  

Disusun Oleh :

Angga Wahidin Nasution  (50416851)
Kelas 1IA08

Fakultas Teknologi Industri
Mata Kuliah : Ilmu Sosial Dasar
Dosen : Ibu Sri Hermawati SE, MM








Kata Pengantar

          Pertama-tama marilah kitapanjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya dalam bentuk inspirasi kepada saya sehingga saya bisa menyusun Makalah ini sesuai waktu yg telah ditentukan dengan judul “TEKNOLOGI DAN PEMBERANTASAN KEMISKINAN ".

        Di dalam makalah ini di tujukan untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Ilmu Sosial Dasar pada semester pertama tahun 2016/2017. Dalam makalah ini diuraikan permasalahan kemiskinan di Indonesia, manfaat teknologi informasi dan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari, dan menjelaskan peran IPTEK dalam menumbuhkan kesadaran mengentaskan kemiskinan

      Saya berharap makalah/jurnal ini dapat membantu selain sebagai tugas. Apabila ada yang salah-salah kata dalam pembuatannya saya mohon maaf

            Akhir kata, saya ucapkan terima kasih.

Depok, 30 Desember 2016

Penyusun








BAB I
PENDAHULUAN


      1.1.    LATAR BELAKANG

Negara Indonesia mempunyai jumlah penduduk 250 juta jiwa. Dari jumlah ini penduduk miskin di Indonesia masih terus mengalami pertumbuhan. Kemiskinan juga terkait dengan angka pengangguran  tinggi. Angka pengangguran yang tinggi juga berpengaruh pada jumlah penduduk miskin.  Pada tahun 2006 angka pengangguran mencapai kisaran 10,8 % - 11 % dari tenaga kerja yang masuk kategori sebagai pengangguran terbuka dan jumlah penduduk miskin mencapai 39,5 juta orang atau 17,75 % dari total penduduk 222 juta orang. ( Dikti, 2009)
Secara common sense, teknologi dianggap dapat memudahkan dan memecahkan permasalahan manusia. Oleh karena itu, implementasi Teknologi Tepat Guna (TTG) dianggap sebagai terobosan dalam upaya penanggulangan dan pengentasan kemiskinan, khususnya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat (community empowerment) melalui aktivitas-aktivitas ekonomi yang berujung pada modernisasi produksi dan peningkatan pendapatan individu maupun masyarakat di pedesaan. Cara pandang seperti inilah yang paling banyak dianut saat ini, dimana kemiskinan dilihat sebagai kondisi minimnya pendapatan suatu golongan masyarakat (monetary approach/MA) sehingga diperlukan peranan Teknologi untuk membantu menanggulangi masalah kemiskinan
.

1.2. RUMUSAN MASALAH
      1.     Apa definisi dari kemiskinan ?
      2.     Menumbuhkan rasa pentingnya pendidikan khusus nya dalam bidang teknologi ?
      3.     Mensosialisasikan kegunaan teknologi dan internet agar lebih tepat guna
      4.     Apa hubungan teknologi dalam pemberantasan kemiskinan?

1.3 TUJUAN

            1.      Mengetahui definisi dari kemiskinan
      2.      Mengetahui Pentingknya pendidikan khususnya dalam teknologi
3.      Agar dalam penggunaanya lebih bermanfaat
4.      Mengetahui peranan teknologi dalam pemberantasan kemiskinan








BAB II
PEMBAHASAN


     2.1. definisi dari kemiskinan

Kemiskinan adalah keadaan di mana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan, dll.

Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi. Gambaran kemiskinan jenis ini lebih mudah diatasi daripada dua gambaran yang lainnya.
Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia. Gambaran tentang ini dapat diatasi dengan mencari objek penghasilan di luar profesi secara halal. Perkecualian apabila institusi tempatnya bekerja melarang.
7 Pengertian Kemiskinan Menurut Para Ahli
  1. BAPPENAS (1993), mendefinisikan kemiskinan sebagai situasi kekurangan yang terjadi bukan karena kehendak oleh orang miskin, tetapi karena keadaan yang tidak bisa dihindari oleh kekuatan yang ada padanya.
  2. Levitan (1980), Kemiskinan adalah kekurangan barang dan jasa yang diperlukan untuk mencapai standar hidup yang layak.
  3. Faturchman dan Marcelinus Molo (1994), mendefinisikan bahwa kemiskinan adalah ketidakmampuan individu atau rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.
  4. Menurut Ellis (1994), kemiskinan adalah fenomena multidimensi yang dapat dianalisis dari ekonomi, sosial dan politik.
  5. Menurut Suparlan (1993), kemiskinan didefinisikan sebagai tingkat rendah standar hidup, yaitu tingkat kekurangan materi dalam jumlah atau sekelompok orang dibandingkan dengan standar hidup yang berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan.
  6. Reitsma dan Kleinpenning (1994), kemiskinan mendefisnisikan sebagai ketidakmampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan mereka, baik material dan non-material.
  7. Friedman (1979), ketimpangan kemiskinan kesempatan untuk merumuskan kekuatan dasar dari sosial, yang meliptui: asset (tanah, perumahan, peralatan, kesehatan), sumber keuangan (pendapatan dan kredit yang memadai), organisiasi dapat dimanfaatkan untuk mencapai kepentingan bersama, jaringan sosial sosial politik untuk mendapatkan pekerjaan yang dilakukan, barang atau jasa, pengetahuan dan keterampilan yang memadai dan informasi yang berguna.

     2.2 Pentingknya pendidikan khususnya dalam teknologi



Teknologi sebenarnya sejak dulu teknologi sudah ada. Seseorang menggunakan teknologi karena manusia berakal. Perkembangan teknologi terjadi karena seseorang menggunakan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya. Pada dasarnya teknologi dibangun untuk memudahkan manusia
Teknologi adalah konsep yang sangat luas yang digunakan untuk merujuk pada beberapa cabang ilmu, ada teknologi informasi, teknologi medis, teknologi transportasi dll.  Mungkin kita tidak sadar bahwa Teknologi telah mendarah daging dalam kehidupan sehari-hari kita, apapun kegiatan yang kita lakukan tidak bisa lepas dari peran teknologi. Sadarkah kita betapa pentingnya teknologi dalam kehidupan kita sehari-hari?
Teknologi merupakan kebutuhan mutlak bagi sebagian besar manusia, kita tidak bisa lepas dari peran teknologi, mungkin teknologi sekarang sudah jadi kebutuhan pokok bagi setiap orang karna teknologi menjawab semua masalah yang yang di alami manusia, dengan kata lain teknologi bertujuan untuk mempermudah semua pekerjaan manusia karna teknologi di ciptakan dengan tujuan untuk kemudahan dalam kehidupan sehari-hari manusia.
Kita umpamakan saja Teknologi smartphone, hampir kebanyakan orang sekarang menghabiskan waktu dengan bermain smartphone tanpa sadar berapa jam waktu sudah berlalu, dengan berjuta-juta fitur yang dimilikinya smartphone benar-benar telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Bahkan lembaga riset menyebutkan bahwa Indonesia berada pada peringkat ke lima dalam daftar pengguna smartphone terbesar didunia
      Sudah seharusnya kita menyadari bahwa teknologi sangat penting bagi kita agar dapat bermanfaat bagi produktifitas kita
2.3  Mensosialisasikan kegunaan teknologi dan internet agar lebih tepat guna
Internet dikatakan dapat meningkatkan produktivitas kerja seseorang, namun membuat jam kerja menjadi lebih panjang. Demikian isi kesimpulan yang dilakukan oleh Pew Research Center terkait penggunaan internet di dunia kerja.

Menurut studi yang dipublikasikan beberapa waktu lalu, 92 persen orang yang disurvei mengatakan internet tidak mengganggu produktivitas mereka. Dari jumlah tersebut, 46 persen mengatakan internet membuat mereka lebih produktif, sementara sisanya mengatakan telah terbiasa dengan kehadiran internet.

Harga dari sebuah produktivitas sendiri mesti dibayar dengan peningkatan jam kerja mereka. Peneliti mengatakan, 35 persen pekerja online telah mengalami jumlah peningkatan jam kerja.
Hal itu mungkin terjadi disebabkan e-mail. Para pekerja tersebut sibuk mengirimkan pesan kepada klien. Survei menunjukan 61 persen dari mereka mengatakan e-mail sangat penting dalam pekerjaan. Tapi anehnya, hanya 54 persen mengatakan bahwa internet sangat penting.

Ketika disinggung mengenai media sosial, sebagian besar orang tidak berpikir itu membantu pekerjaan yang mereka lakukan. Hanya sekira 4 persen dari mereka mengatakan jejaring sosial sangat penting untuk pekerjaan.

Hal itu diperkirakan berhubungan dengan pemblokiran beberapa situs jejaring sosial di sebuah perusahaan oleh atasan mereka. Sebanyak 46 persen mengatakan bos mereka melalukan pemblokiran pada akses terhadap beberapa situs. 


                Sayangnya saat ini penggunaan internet saat ini di kalangan anak muda kurang tepat kegunaanya karena banyak anak muda yang menggunakan internet hanya untuk chating bersama teman temannya, hal ini sangat kurang baik karena sebagai pemuda dan pemudi bangsa sharusnya mereka memanfaatkan internet dengan baik karena usia mereka adala usia produktif
2.4 Hubungan Pendidikan, teknologi dalam pemberantasan         kemiskinan
            Seharusnya jika ingin menggunakan internet harus yg meningkatkan produktivitas misalnya menggunakan internet utuk mencari apa yang tidak kita ketahui, hal ini dapat meningkatkan produktivitas kita dalam menambah wawasan dan dengan cara yang menyengkan dan jika chating bersama teman hendaknya agar membicarakan yang penting-penting saja Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan dua hal yang tak terpisahkan dalam peranannya untuk memenuhi kebutuhan insani. Ilmu pengetahuan digunakan untuk mengetahui “apa” sedangkan teknologi mengetahui “bagaimana”. Ilmu pengetahuan sebagai suatu badan pengetahuan sedangkan teknologi sebagai seni yang berhubungan dengan proses produksi, berkaitan dalam suatu sistem yang saling berinteraksi. Teknologi merupakan penerapan ilmu pengetahuan, sementara teknologi mengandung ilmu pengetahuan di  dalamnya.


Ilmu pengetahuan dan teknologi dalam penerapannya, keduanya menghasilkan suatu kehidupan di dunia (satu dunia), yang diantaranya membawa malapetaka yang belum pernah dibayangkan. Oleh karena itu, ketika manusia sudah mampu membedakan ilmu pengetahuan (kebenaran) dengan etika (kebaikan), maka kita tidak dapat netral dan bersikap netral terhadap penyelidikan ilmiah. Sehingga dalam penerapan atau mengambil keputusan terhadap sikap ilmiah dan teknologi, terlebih dahulu mendapat pertimbangan moral dan ajaran agama.

Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan bagian-bagian yang dapat dibeda-bedakan, tetapi tidak dapat dipisah-pisahkan dari suatu sistem yang berinteraksi dengan sistem-sistem lain dalam kerangka nasional seperti kemiskinan.
Dalam hal kemiskinan struktural, ternyata adalah buatan manusia terhadap manusia lainnya yang timbul dari akibat dan dari struktur politik, ekonomi, teknologi dan sosial buatan manusia pula. Perubahan teknologi yang cepat mengakibatkan kemiskinan, karena mengakibatkan terjadinya perubahan sosial yang fundamental. Sebab kemiskinan diantaranya disebabkan oleh struktur ekonomi, dalam hal ini pola relasi antara manusia dengan sumber kemakmuran, hasil produksi dan mekanisme pasar. Semuanya merupakan sub sistem atau sub struktur dari sistem kemasyarakatan. Termasuk di dalamnya ilmu pengetahuan dan teknologi.
Rata-rata orang yang hidup di bawah garis kemiskinan belum dapat membaca maupun menulis. sedangkan salah satu cara memberantas kemiskinan adalah dengan ilmu pengetahuan. Dengan dapat membaca dan menulis, seorang pemulung sampah bisa berkesempatan mendapatkan pekerjaan yang lebih layak dan menghasilkan banyak uang. Dengan ilmu pengetahuan, dapat merubah seorang pengamen untuk berpikir kreatif dan memulai membuka suatu usaha dengan memanfaatkan teknologi yang ada.



BAB III
PENUTUP


      A.    KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil dari makalah ini adalah kita dapat mengetahui pengertian dan kemiskinan, lalu faktor yang menyebabkan kemiskinan, pentingnya teknologi dalam menambah produktivitas, lalu yang terakhir adalah mengenai fungsi teknologi dalam memberantas kemiskinan. Teknologi pada dasarnya merupakan alat atau sarana dalam memudahkan pekerjaan manusia. Teknologi sendiri memiliki fungsi sendiri sesuai dengan alatnya masing-masing, seperti dalam dunia pendidikan, perekonomian, kesehatan, serta dalam memberantas kemiskinan. Kemiskinan sendiri juga memiliki makna yaitu sebagai keadaan dimana manusia tersebut berada dalam keadaan yang serba kurang terutama dalam kebutuhan primer. Teknologi sendiri mempunyai peran dalam memberantas kemiskinan. Sehingga sebagai sarana atau alat, teknologi juga dapat membantu dalam memberantas kemiskinan, tidak hanya untuk sebagai sarana konsumtif saja.


     B.   SARAN

Dalam era yang modern ini semua serba cepat sebaiknya kita menyikapinya dengan benar, harus bisa menempatkan kegunaan teknologi dengan tepat, harus bisa memanfaatkan teknologi dengan benar agar dapat memudahkan pekerjaan kita. Ter khusus dalam menggunakan internet ada baiknya agar kita tidak meggunakan untuk hal yan tidak penting lebih baik menggunakan untuk browsing tentang cara membuat kue, cara membenarkan printer, rumus-rumus matematika dan browsing yang bermanfaat lainnya
DAFTAR PUSTAKA


Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan

Ilmu Sosial Dasar
Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan
1IA08



























Disusun Oleh :

Angga Wahidin Nasution                                           50416851        




KATA PENGANTAR

        Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan makalah Softskill ini dengan baik meskipun ada kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima kasih pada Ibu Sri Hermawati selaku Dosen mata kuliah Ilmu Sosial Dasar GUNADARMA yang telah memberikan tugas ini kepada saya.
       Saya sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan.Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
       Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah Saya susun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya Saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun dari Anda demi perbaikan makalah ini di waktu yang akan datang.





























Daftar Isi

Kata Pengantar.............................................................................................................. I
Daftar Isi........................................................................................................................ II
BAB I. Pendahuluan...................................................................................................... 1
A.     Latar Belakang.................................................................................................. 1
B.     Rumusan Masalah............................................................................................. 1
BAB II. Pembahasan..................................................................................................... 2
BAB III. Penutup........................................................................................................... 6
A.     Kesimpulan........................................................................................................ 6
B.     Kritik dan Saran................................................................................................ 6
Daftar Pustaka............................................................................................................... 7



































BAB I 
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
            
            Masyarakat dapat mempunyai arti yang luas dan sempit. Dalam arti luas masyarakat adalah ekseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya. Atau dengan kata lain kebulatan dari semua perhubungan dalam hidup bermasyarakat. Dalam arti sempit masyarakat adalah sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek tertentu, misalnya territorial, bangsa, golongan dan sebagainya.
MASYARAKAT PEDESAAN
Masyarakat pedesaan selalu memiliki ciri-ciri atau dalam hidup bermasyarakat, yang biasanya tampak dalam perilaku keseharian mereka. Pada situasi dan kondisi tertentu, sebagian karakteristik dapat digeneralisasikan pada kehidupan masyarakat desa di Jawa. Namun demikian, dengan adanya perubahan sosial religius dan perkembangan era informasi dan teknologi, terkadang sebagian karakteristik tersebut sudah “tidak berlaku

Adapun yang menjadi ciri masyarakat desa antara lain :
Didalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di luar batas wilayahnya. Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan
Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian
Masyarakat tersebut homogen, deperti dalam hal mata pencaharian, agama, adapt istiadat, dan sebagainya

MASYARAKAT PERKOTAAN
Masyarakat perkotaan sering disebut urban community . Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta cirri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Ada beberap ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu :
kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa
orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu. Di kota – kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan , sebab perbedaan kepentingan paham politik , perbedaan agama dan sebagainya .

PERBEDAAN MASYARAKAT PEDESAAN DAN PERKOTAAN
Lingkungan Umum dan Orientasi Terhadap Alam, Masyarakat perdesaan berhubungan kuat dengan alam, karena lokasi geografisnyadi daerah desa. Penduduk yang tinggal di desa akan banyak ditentukan oleh kepercayaan dan hukum alam. Berbeda dengan penduduk yang tinggal di kota yang kehidupannya “bebas” dari realitas alam.
Pekerjaan atau Mata Pencaharian, Pada umumnya mata pencaharian di dearah perdesaan adalah bertani tapi tak sedikit juga yg bermata pencaharian berdagang, sebab beberapa daerah pertanian tidak lepas dari kegiatan usaha.
Ukuran Komunitas, Komunitas perdesaan biasanya lebih kecil dari komunitas perkotaan.
Kepadatan Penduduk, Penduduk desa kepadatannya lbih rendah bila dibandingkan dgn kepadatan penduduk kota,kepadatan penduduk suatu komunitas kenaikannya berhubungan dgn klasifikasi dari kota itu sendiri.
Homogenitas dan Heterogenitas, Homogenitas atau persamaan ciri-ciri sosial dan psikologis, bahasa, kepercayaan, adat-istiadat, dan perilaku nampak pada masyarakat perdesa bila dibandingkan dengan masyarakat perkotaan. Di kota sebaliknya penduduknya heterogen, terdiri dari orang-orang dgn macam-macam perilaku, dan juga bahasa, penduduk di kota lebih heterogen.
Diferensiasi Sosial, Keadaan heterogen dari penduduk kota berindikasi pentingnya derajat yg tinggi di dlm diferensiasi Sosial.
Pelapisan Sosial, Kelas sosial di dalam masyarakat sering nampak dalam bentuk “piramida terbalik” yaitu kelas-kelas yg tinggi berada pada posisi atas piramida, kelas menengah ada diantara kedua tingkat kelas ekstrem dari masyarakat.
Ada beberapa perbedaan pelapisan sosial yang tak resmi antara masyarakat desa dan kota:
pada masyarakat kota aspek kehidupannya lebih banyak system pelapisannya dibandingkan dengan di desa.
Mobilitas Sosial.
Mobilitas berkaitan dgn perpindahan yg disebabkan oleh pendidikan kota yg heterogen, terkonsentrasi nya kelembagaan-kelembagaan. banyak penduduk yg pindah kamar atau rumah
waktu yg tersedia bagi penduduk kota untuk bepergian per satuan bepergian setiap hari di dalam atau di luar waktu luang di kota lbih sedikit dibandingkan di daerah perdesaan Interaksi Sosial. masyarakat pedesaan lebih sedikit jumlahnya
dalam kontak sosial berbeda secara kuantitatif maupun secara kualitatif
            Dalam kehidupan sehari-hari tentunya memilki keseragaman dan perbedaan. Sama seperti halnya masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan yang memiliki perbedaan. Dalam pembahasan kali ini akan dibahas mengenai perbedaan masyarakat pedesaan dan perkotaan.
            Masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan juga memiliki hubungan antara yang satu dengan lainnya. Karena hubungan itu, kehidupan bermasyarakat jadi lebih rumpun dan harmonis, namun tidak selamanya rumpun dan harmonis dikarenakan hal-hal yang tidak diinginkan.
            Banyak manfaat yang ditimbulkan dari hubungan antara masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan. Tanpa hubungan tersebut, kehidupan bermasyarakat kita tidak dapat berjalan dengan mudah dan harmonis. Manfaat tersebut dapat kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari.
            Dalam kehidupan sehari-hari, ketika kita melakukan sesuatu pasti memiliki dampak, baik dalam aspek positif maupun aspek negatif.  Begitu pula dengan dampak yang diterima dari hubungan antara masyarakat pedesaan dan perkotaan. Hubungan tersebut memberikan berbagai dampak terhadap hubungan masyarakat, lingkungan, budaya, dan lain-lain. Dapat berupa hal yang membantu dalam kehidupan sehari-hari, ada pula yang dapat memberikan efek yang merugikan.

B.     Rumusan Masalah
            
            Kehidupan bermasyarakat kita dalam tipe lingkungan tempat tinggal dapat dibedakan jadi dua bagian, yaitu masyarakat pedesaan dan perkotaan. Apa pengertian masyarakat pedesaan dan perkotaan? Apa ciri-ciri masyarakat pedesaan dan perkotaan? Apa perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan? Apa hubungan dari masyarakat pedesaan dan perkotaan? Apa dampak dari hubungan antara masyarakat pedesaan dan perkotaan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan dibahas dalam makalah ini.
BAB 2
PEMBAHASAN

            Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial yang memiliki naluri untuk hidup dengan orang lain, karena sejak dilahirkan sudah memiliki keinginan yang ingin dicapai. Dari naluri tersebut terdapat keinginan untuk membentuk sebuah sekumpulan yang terdiri dari manusia-manusia yang memiliki visi dan misi yang sama. Jadi jika tidak memiliki visi dan misi yang sama kemungkinan besar akan memisah dan menjadi apatis atau bahkan membentuk kelompok sendiri. Dalam hal ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan.
            Sedangkan masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem menurut visi dan misi yang telah disepakati, dimana terjadi interaksi antar individu di dalam kelompok tersebut. Kata “masyarakat” sendiri berasal dari kata dalam bahasa Arab, musyarakah, yang berarti berserikat, bersekutu, dan bekerja sama dalam hal yang baik, bukan dalam hal yang dapat merugikan. 
            Sedangkan dari bahasa Inggris, masyarakat adalah society yang merupakan bahasa latin dari kata societas, yang memiliki arti hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman. Jadi dapat disimpulkan bahwa, kata society adalah sekumpulan manusia yang setiap anggotanya adalah “teman” mempunyai visi dan misi yang sama untuk mencapai tujuan bersama. Masyarakat adalah sebuah sekumpulan manusia yang saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lainnya.
            Menurut Soerjono Soekanto, masyarakat pada umumnya mempunyai ciri-ciri dengan kriteria seperti di bawah ini:
1)      Manusia yang hidup bersama, sekurang-kurangnya terdiri atas dua orang.
2)      Bercampur atau bergaul dalam jangka waktu yang cukup lama. Berkumpulnya manusia akan menimbulkan manusia baru. Sebagai akibat dari hidup bersama, timbul sistem komunikasi dan peraturan yang mengatur hubungan antarmanusia.
3)      Sadar bahwa mereka merupakan satu kesatuan.
4)      Merupakan suatu sistem hidup bersama. Sistem kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan karena mereka merasa dirinya terkait satu sama lain.[1]
            
            Masyarakat dalam pembahasan kali ini dibagi menjadi menjadi dua, yaitu masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan. Banyak pandangan dan pendapat mengenai pengertian masyarakat pedesaan. Namun pada umumnya masyarakat pedesaan adalah sekumpulan manusia yang tinggal dalam lingkungan yang disebut sebagai pedesaan, dan biasanya tempat tinggal 



[1] Soekanto, Soerjono. 1969. Sosiologi : suatu pengantar / oleh Soerjono Soekanto. Jakarta: Yayasan Penerbit Universitas Indonesia.     

mereka jauh dari perkotaan, sehingga membuat mereka tidak mengetahui tentang kehidupan di daerah perkotaan.
            Masyarakat pedesaan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1)      Tinggal di tempat yang jauh dari perkotaan, sehingga lingkungannya terpantau asri.
2)      Sifat kekeluargaan yang kental.
3)      Sifat solidaritas dan tolong-menolong yang tinggi.
4)      Hubungan antar warga sering dilakukan secara non-formal.
5)      Sangat mematuhi budaya dan kebiasaan yang dianut di lingkungan tersebut.
6)      Pengontrolan masih terbilang kuno, sering terdapat pembagian pekerjaan yang masih kurang jelas. Hal ini terjadi karena kurangnya wawasan.
7)      Pekerjaannya adalah sebagai petani, nelayan, dan lain-lain

            Selanjutnya akan dibahas mengenai masyarakat perkotaan. Masyarakat perkotaan merupakan hal yang sangat bertolak belakang dengan masyarakat pedesaan. Masyarakat perkotaan juga memiliki arti sendiri, yakni masyarakat yang tinggal dalam daerah perkotaan, memiliki kebiasaan kehidupan kota yang bertolak belakang dari kehidupan pedesaan, biasanya wilayah perkotaan jauh dari pedesaan. Masyarakat perkotaan juga memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1)      Tinggal di wilayah yang tergolong padat baik dalam pemukiman maupun lalu lintas, terdapat banyak gedung-gedung tinggi.
2)      Sifat individualisme yang tinggi.
3)      Tenggang rasa yang kurang.
4)      Sudah menjadi kebiasaan untuk melakukan hubungan (kerjasama) secara formal.
5)      Menjunjung tinggi peraturan dari pemerintah setimpat.
6)      Hubungan antar warga yang terjalin secara runtun, sehingga pembagian tugas dapat diketahui dengan jelas.
7)      Pekerjaannya adalah beraneka ragam, ada yang memiliki pendapatan paling rendah hingga paling tinggi.

            Pembahasan berikutnya adalah mengenai perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan. Pada dasarnya segala hal di dalam kehidupan kita pasti memiliki perbedaan dan persamaan. Sama halnya dengan perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan. Perbedaan antara masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan adalah sebagai berikut:

1)      Dalam segi sosial, pada umumnya masyarakat pedesaan akan lebih aktif dalam hubungan bermasyarakat dibandingkan masyarakat perkotaan.
2)      Dalam segi pekerjaan, pada masyarakat pedesaan cenderung lebih stagnan, dibandingkan masyarakat perkotaan. Pada masyarakat pedesaan akan sering ditemui pekerjaan seperti petani, peternak, nelayan, dan lain-lain. Namun pada masyarakat perkotaan akan ditemukan beragam mata pencaharian dari gaji yang paling rendah sampai gaji yang paling tinggi.
3)      Segi kepadatan penduduk, pada masyarakat perkotaan akan cenderung lebih padat dibandingkan masyarakat perkotaan. Hal ini akan berhubungan dengan hubungan antara masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan.
4)      Dari segi budaya, masyarakat pedesaan akan cenderung mempertahankan budaya dan adatnya, dibandingkan dengan masyarakat perkotaan yang lebih heterogen, sehingga budaya, agama, dan sosial akan cenderung terlihat berbeda-beda pada setiap manusianya.

            Dalam kehidupan bermasyarakat pasti memiliki hubungan atau kerja sama yang terjalin, sehingga tercapainya tujuan dari masing-masing pihak. Hubungan yang terjalin antara masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan adalah sebagai berikut:
1)      Urbanisasi dan Urbanisme: Dengan adanya hubungan Masyarakat Desa dan Kota  yang saling ketergantungan dan saling membutuhkan tersebut maka timbulah masalah baru yakni ; Urbanisasi yaitu suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan.[2]
2)      Penyediaan jasa.
3)      Penyediaan barang.
4)      Hubungan politik.

            Pembahasan selanjutnya adalah mengenai aspek positif dan negatif dari hubungan yang telah dihasilkan antara masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan. Dapat kita ketahui bahwa dalam kehidupan sehari-hari, hubungan dapat memberikan dampak positif dan dampak negatif, sama halnya dengan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan. Dampak positif dan negatifnya adalah sebagai berikut:
1)      Dalam hal Urbanisasi, dengan masuknya masyarakat pedesaan ke wilayah masyarakat perkotaan pasti dapat memberikan dampak positif maupun negatif. Dampak positifnya adalah dapat membantu mengenai hal-hal yang dibutuhkan oleh wilayah tersebut dengan masuknya masyarakat pedesaan. Kalau dampak negatifnya adalah membuat lingkungan perkotaan jadi padat dan penuhnya lapangan pekerjaan
2)      Pada masyarakat pedesaan terdapat banyak tenaga-tenaga yang dapat melakukan pekerjaan kasar untuk wilayah masyarakat perkotaan.

[2] Soekanto, Soerjono. 1969. Sosiologi : suatu pengantar / oleh Soerjono Soekanto. Jakarta: Yayasan Penerbit Universitas Indonesia.   


3)      Masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan saling membutuhkan satu sama lain dengan hal yang berupa barang. Seperti beras dari daerah pedesaan dan handphone dari daerah perkotaan.
4)      Dalam hal politik, masyarakat perkotaan sangat membutuhkan bantuan dari masyarakat. Dalam hal ini adalah politikus dari masyarakat perkotaan yang membutuhkan bantuan suara dalam menjalankan misi politiknya. Dampak negatifnya adalah untuk menjalankan misi politiknya, tidak sedikit politikus yang menggunakan cara yang tidak baik untuk mengajak para warga untuk melancarkan misi politiknya, sehingga tidak sedikit masyarakat pedesaan yang kurang pengetahuan namun terpaksa untuk memilih sang politikus.



BAB 3
PENUTUP

A.    Kesimpulan

            Kesimpulan yang dapat diambil dari makalah ini adalah kita dapat mengetahui pengertian, ciri-ciri, perbedaan, hubungan, serta dampak dari hubungan antara masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan. Dapat diketahui bahwa masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang tinggal jauh dari wilayah perkotaan, sehingga kebiasaan mereka akan berbeda daripada masyarakat perkotaan. Lalu ciri-ciri dari masyarakat perkotaan yang tergolong individual dibandingkan masyarakat pedesaan. Perbedaan antara masyarakat pedesaan dan perkotaan yang menonjol adalah masyarakat pedesaan yang tergolong lebih aktif dibandingkan masyarakat perkotaan, dikarena sifat individualis yang dimiliki oleh masyarakat perkotaan. Hubungan yang terjalin antara masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan dapat simpulkan adalah terciptanya Urbanisasi, yaitu perpindahan dari desa ke kota. Dampak positif dan negatif dari urbanisasi adalah terbantunya masyarakat perkotaan dengan datangnya barang dan jasa dari masyarakat pedesaan, sedangkan efek negatifnya adalah semakin menyempitnya lapangan pekerjaan serta semakin padatnya pemukiman dan lalu lintas. Kesimpulan yang dapat diambil adalah semua hal dalam kehidupan sehari-hari dapat berdampak positif dan negatif, sehingga sebagai manusia hanya dapat menjalankan yang terbaik yang kita bisa. Dalam hal ini saya berpendapat bahwa saya setuju dengan hubungan antara masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan seperti Urbanisasi. Namun dengan regulasi yang kita miliki sekarang, sepertinya hubungan seperti Urbanisasi tidak dapat dilaksanakan dengan baik dan dapat menghasilkan dampak negatif yang seharusnya bisa diminimalisir.

B.     Kritik dan Saran

            Untuk terpenuhinya hubungan antara masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan diperlukan regulasi yang jelas sehingga hubungan tersebut dapat terlaksana dengan baik, dan dapat pula meminimalisir dampak-dampak negatif yang dihasilkan. Hubungan antara masyarakat pedesaan dan perkotaan sebenarnya sangat dibutuhkan dan tidak dapat dipisahkan antara yang satu dengan yang lainnya. Apabila regulasi tetap seperti ini, lingkungan perkotaan akan semakin padat dan lapangan pekerjaan akan semakin sempit pula. Dampak ini juga dirasakan oleh masyarakat pedesaan yang melakukan Urbanisasi. Akan banyak dari mereka yang merasakan dampak negatif dikarenakan hubungan tersebut, seperti tidak adanya tempat tinggal sehingga mereka tinggal di bawah kolong jembatan, lalu karena lapangan pekerjaan yang sempit, tidak sedikit yang mempunyai pekerjaan yang seharusnya tidak dimiliki.



Daftar Pustaka

Ardian, Rudy. “Masyarakat Pedesaan & Masyarakat Perkotaan”. 7 November 2016. https://ruardy.wordpress.com/masyarakat-pedesaan-masyarakat-perkotaan/.

Rahmedina, Citra. “Perbedaan Masyarakat Perkotaan dan Pedesaan”. 7 November 2016. http://citrarhmdn.blogspot.co.id/2015/01/perbedaan-masyarakat-perkotaan-dan.html.


http://deandrif.blogspot.co.id/

Kategori

Kategori